Minggu, 24 November 2013

Mengubah Tradisi Yang Sudah Mendarah Daging


           Selamat malam. Dalam postingan pertama ini penulis akan menyampaikan opini mengenai tradisi. Tradisi yang akan dibahas disini tidak ada kaitannya dengan budaya dari daerah  tertentu, akan tetapi tradisi secara umum saja. Berbicara mengenai tradisi, bisa dikatakan hidup ini tidak lepas dari hal tersebut. Selalu ada saja tradisi-tradisi baik yang dapat dinalar secara logis maupun tidak dan bersifat positif maupun negatif. Jika tradisi dilihat secara logika, tentunya secara umum pandangan sebagian besar orang adalah sama. Lain halnya jika tradisi dilihat dari sisi positif dan negatif yang cenderung bersifat relatif antara satu individu dan individu lainnya.
            Negara Indonesia, mempunyai banyak sekali fenomena mengenai “tradisi” tersebut. Tidak sedikit kelompok maupun individu yang gencar menyuarakan perubahan “tradisi” yang menurut mereka merugikan. Satu contoh yang dapat diambil adalah suara-suara mengenai pemberantasan korupsi. Pernahkah anda berfikir, apakah suara-suara tersebut entah berasal dari hati nurani mereka ? atau sebatas mencari sensasi dan ikut-ikutan saja ?. Tentunya perubahan dari suatu “tradisi” mustahil dapat terlaksana tanpa adanya suara-suara yang tegas, pedas dan keras yang didukung oleh tindakan nyata secara gigih, konsisten serta konsekuen.
Banyak diantara manusia di dunia ini yang hanya menyuarakan “pembrotakan” terhadap suatu tradisi yang bersifat negatif tanpa memulai dari dirinya sendiri. Banyak sekali orang yang lantang berbicara tapi dirinya sendiri entah dengan sadar atau tidak justru masih rutin melakukan tindakan yang mereka “kudeta”, bahkan dengan bangganya. Oleh karena itu, sangatlah sia-sia, jika anda mempunyai suatu keinginan untuk merubah satu “tradisi” itu tanpa memulainya dari diri anda sendiri. Penulispun sering sekali tak habis pikir jika melihat hal yang demikian.
            Pada intinya, penulis ingin menyampaikan satu opini, jangan pernah takut untuk mengubah suatu tradisi yang buruk (buruk menurut pandangan umum). Segera ambil tindakan dan mulai dengan meyakinkan diri sendiri untuk berkomitmen, tegas, konsekuen bahkan bila perlu frontal. Jangan sia-siakan teriakan perubahan dengan melakukan tindakan yang justru tidak mendukung teriakan perubahan anda, karena itu hanya akan menjatuhkan diri anda sendiri dan tentunya tidak akan terjadi suatu perubahan. Mau jadi seperti apakah anda ?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar